<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1624310962913979207</id><updated>2009-02-20T19:19:46.403-08:00</updated><title type='text'>astronomi</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://xmd-astronomi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1624310962913979207/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmd-astronomi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>astronomi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10625339798235371893</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>3</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1624310962913979207.post-9095794515716381357</id><published>2007-08-21T21:06:00.001-07:00</published><updated>2007-08-21T21:17:25.349-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p&gt;  &lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,ms san serif;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);font-family:times;" &gt;&lt;center&gt;&lt;b&gt;TATA SURYA BARU&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;  &lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,ms san serif;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,ms san serif;" &gt; &lt;table align="left" width="1"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="center"&gt; &lt;img src="http://www.angkasa-online.com/13/11/antariksa/Antariksa02.jpg" alt="Planet/Foto: Anglo-Australian Telescope" hspace="0" vspace="1" /&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:ms san serif;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,ms san serif;" &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,ms san serif;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,ms san serif;" &gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,ms san serif;" &gt;Setelah melayangkan pandangan sejauh jutaan kilometer, sekelompok astronom menemukan tata surya baru. Penemuan ini dilandaskan pada sebuah planet yang amat mirip Jupiter. Planet ini terlihat jelas pada sebuah teleskop 3,9 meter milik Anglo-Australian Telescope di New South Wales, Australia. Hasilnya dipaparkan dalam sebuah konferensi di Paris, 3 Juli 2003. Di antara ratusan penemuan, planet yang baru ditemukan itu diyakini paling mirip tata surya kita. Orbitnya mirip orbit Jupiter. Caranya mengelilingi bintang HD70642 yang menjadi "mataharinya", pun amat mirip dengan planet di tata surya kita. "Planet baru ini memiliki orbit melingkar yang besarnya tiga perlima besar lintasan orbit Jupiter. Bentuk dan ukurannya juga mirip dengan orbit planet di tata surya kita," kata Hugh Jones dari Universitas John Moores Liverpool. Planet baru yang ditemukan ini diperkirakan memiliki massa dua kali massa Jupiter. Ia mengelilingi bintang HD70642 selama enam tahun. HD70642 sendiri bisa ditemukan di rasi bintang Puppis. Jaraknya sekitar 90 tahun cahaya dari Bumi. Planet baru yang belum diberi nama itu berada 3,3 kali lebih jauh. Diperkirakan keduanya terpaut sejauh setengah jarak Mars dan Jupiter. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1624310962913979207-9095794515716381357?l=xmd-astronomi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmd-astronomi.blogspot.com/feeds/9095794515716381357/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1624310962913979207&amp;postID=9095794515716381357' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1624310962913979207/posts/default/9095794515716381357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1624310962913979207/posts/default/9095794515716381357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmd-astronomi.blogspot.com/2007/08/tata-surya-baru-setelah-melayangkan.html' title=''/><author><name>astronomi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10625339798235371893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17883303982140663109'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1624310962913979207.post-3095526326575677899</id><published>2007-08-21T20:48:00.000-07:00</published><updated>2007-08-21T21:05:14.108-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt; &lt;/p&gt;&lt;h2&gt;&lt;a href="http://simplyvie.wordpress.com/2006/10/05/sejarah-awal-teori-pembentukan-tata-surya/" rel="bookmark" title="Permanent Link to Sejarah Awal Teori Pembentukan Tata Surya"&gt;Sejarah Awal Teori Pembentukan Tata Surya&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;img src="file:///D:/athlon/foto/planet1.jpg" alt="" /&gt;Sebuah teori lahir dari keingintahuan akan suatu kejadian atau keadaan. Tidak mudah untuk mempercayai sebuah teori baru, apalagi jika teori tersebut lahir ditengah kondisi masyarakat yang memiliki kepercayaan yang berbeda. Tapi itulah kenyataan yang harus dihadapi oleh para ilmuwan di awal-awal penemuan mereka.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Hal utama yang dihadapi untuk mengerti lebih jauh lagi tentang Tata Surya adalah bagaimana Tata Surya itu terbentuk, bagaimana objek-objek didalamnya bergerak dan berinteraksi serta gaya yang bekerja mengatur semua gerakan tersebut. Jauh sebelum Masehi, berbagai penelitian, pengamatan dan perhitungan telah dilakukan untuk mengetahui semua rahasia dibalik Tata Surya.&lt;span id="more-94"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pengamatan pertama kali dilakukan oleh bangsa China dan Asia Tengah, khususnya dalam pengaruhnya pada navigasi dan pertanian. Dari para pengamat Yunani ditemukan bahwa selain objek-objek yang terlihat tetap di langit, tampak juga objek-objek yang mengembara dan dinamakan planet. Orang-orang Yunani saat itu menyadari bahwa Matahari, Bumi, dan Planet merupakan bagian dari sistem yang berbeda. Awalnya mereka memperkirakan Bumi dan Matahari berbentuk pipih tapi Phytagoras (572-492 BC) menyatakan semua benda langit berbentuk bola (bundar).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sampai dengan tahun 1960, perkembangan teori pembentukan Tata Surya bisa dibagi dalam dua kelompok besar yakni masa sebelum Newton dan masa sesudah Newton.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Permulaan Perhitungan Ilmiah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perhitungan secara ilmiah pertama kali dilakukan oleh Aristachrus dari Samos (310-230 BC). Ia mencoba menghitung sudut Bulan-Bumi-Matahari dan mencari perbandingan jarak dari Bumi-Matahari, dan Bumi-Bulan. Aristachrus juga merupakan orang pertama yang menyimpulkan Bumi bergerak mengelilingi Matahari dalam lintasan berbentuk lingkaran yang menjadi titik awal teori Heliosentrik. Jadi bisa kita lihat kalau teori heliosentrik bukan teori yang baru muncul di masa Copernicus. Namun jauh sebelum itu, Aristrachrus sudah meletakkan dasar bagi teori heliosentris tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pada era Alexandria, Eratoshenes (276-195BC) dari Yunani berhasil menemukan cara mengukur besar Bumi, dengan mengukur panjang bayangan dari kolom Alexandria dan Syene. Ia menyimpulkan, perbedaan lintang keduanya merupakan 1/50 dari keseluruhan revolusi. Hasil perhitungannya memberi perbedaan sebesar 13% dari hasil yang ada saat ini.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Ptolemy dan Teori Geosentrik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ptolemy (c 150AD) menyatakan bahwa semua objek bergerak relatif terhadap bumi. Dan teori ini dipercaya selama hampir 1400 tahun. Tapi teori geosentrik mempunyai kelemahan, yaitu Matahari dan Bulan bergerak dalam jejak lingkaran mengitari Bumi, sementara planet bergerak tidak teratur dalam serangkaian simpul ke arah timur. Untuk mengatasi masalah ini, Ptolemy mengajukan dua komponen gerak. Yang pertama, gerak dalam orbit lingkaran yang seragam dengan periode satu tahun pada titik yang disebut deferent. Gerak yang kedua disebut epycycle, gerak seragam dalam lintasan lingkaran dan berpusat pada deferent.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Teori heliosentrik dan gereja&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Nicolaus Copernicus (1473-1543) merupakan orang pertama yang secara terang-terangan menyatakan bahwa Matahari merupakan pusat sistem Tata Surya, dan Bumi bergerak mengeliinginya dalam orbit lingkaran. Untuk masalah orbit, data yang didapat Copernicus memperlihatkan adanya indikasi penyimpangan kecepatan sudut orbit planet-planet. Namun ia mempertahankan bentuk orbit lingkaran dengan menyatakan bahwa orbitnya tidak kosentrik. Teori heliosentrik disampaikan Copernicus dalam publikasinya yang berjudul &lt;em&gt;De Revolutionibus Orbium Coelestium&lt;/em&gt; kepada Paus Pope III dan diterima oleh gereja.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tapi dikemudian hari setelah kematian Copernicus pandangan gereja berubah ketika pada akhir abad ke-16 filsuf Italy, Giordano Bruno, menyatakan semua bintang mirip dengan Matahari dan masing-masing memiliki sistem planetnya yang dihuni oleh jenis manusia yang berbeda. Pandangan inilah yang menyebabkan ia dibakar dan teori Heliosentrik dianggap berbahaya karena bertentangan dengan pandangan gereja yang menganggap manusialah yang menjadi sentral di alam semesta.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Lahirnya Hukum Kepler&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Walaupun Copernicus telah menerbitkan tulisannya tentang Teori Heliosentrik, tidak semua orang setuju dengannya. Salah satunya, Tycho Brahe (1546-1601) dari Denmark yang mendukung teori matahari dan bulan mengelilingi bumi sementara planet lainnya mengelilingi matahari. Tahun 1576, Brahe membangun sebuah observatorium di pulau Hven, di laut Baltic dan melakukan penelitian disana sampai kemudian ia pindah ke Prague pada tahun 1596.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Di Prague, Brahe menghabiskan sisa hidupnya menyelesaikan tabel gerak planet dengan bantuan asistennya Johannes Kepler (1571-1630). Setelah kematian Brahe, Kepler menelaah data yang ditinggalkan Brahe dan menemukan bahwa orbit planet tidak sirkular melainkan elliptik.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kepler kemudian mengeluarkan tiga hukum gerak orbit yang dikenal sampai saat ini yaitu ;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Planet bergerak dalam orbit ellips mengelilingi matahari sebagai pusat sistem.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Radius vektor menyapu luas yang sama dalam interval waktu yang sama.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kuadrat kala edar planet mengelilingi matahari sebanding dengan pangkat tiga jarak rata-rata dari matahari.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kepler menuliskan pekerjaannya dalam sejumlah buku, diantaranya adalah &lt;em&gt;Epitome of The Copernican Astronomy&lt;/em&gt; dan segera menjadi bagian dari daftar &lt;em&gt;Index Librorum Prohibitorum&lt;/em&gt; yang merupakan buku terlarang bagi umat Katolik. Dalam daftar ini juga terdapat publikasi Copernicus, &lt;em&gt;De Revolutionibus Orbium Coelestium.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Awal mula dipakainya teleskop &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1608, teleskop dibuat oleh Galileo Galilei (1562-1642), .Galileo merupakan seorang professor matematika di Pisa yang tertarik dengan mekanika khususnya tentang gerak planet. Ia salah satu yang tertarik dengan publikasi Kepler dan yakin tentang teori heliosentrik. Dengan teleskopnya, Galileo berhasil menemukan satelit-satelit Galilean di Jupiter dan menjadi orang pertama yang melihat keberadaan cincin di Saturnus.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Salah satu pengamatan penting yang meyakinkannya mengenai teori heliosentrik adalah masalah fasa Venus. Berdasarkan teori geosentrik, Ptolemy menyatakan venus berada dekat dengan titik diantara matahari dan bumi sehingga pengamat dari bumi hanya bisa melihat venus saat mengalami fasa sabit.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tapi berdasarkan teori heliosentrik dan didukung pengamatan Galileo, semua fasa Venus bisa terlihat bahkan ditemukan juga sudut piringan venus lebih besar saat fasa sabit dibanding saat purnama. Publikasi Galileo yang memuat pemikirannya tentang teori geosentrik vs heliosentrik&lt;em&gt;, Dialogue of The Two Chief World System&lt;/em&gt;, menyebabkan dirinya dijadikan tahanan rumah dan dianggap sebagai penentang oleh gereja.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Dasar yang diletakkan Newton&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di tahun kematian Galileo, Izaac Newton (1642-1727) dilahirkan. Bisa dikatakan Newton memberi dasar bagi pekerjaannya dan orang-orang sebelum dirinya terutama mengenai asal mula Tata Surya. Ia menyusun Hukum Gerak Newton dan kontribusi terbesarnya bagi Astronomi adalah Hukum Gravitasi yang membuktikan bahwa gaya antara dua benda sebanding dengan massa masing-masing objek dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua benda. Hukum Gravitasi Newton memberi penjelasan fisis bagi Hukum Kepler yang ditemukan sebelumnya berdasarkan hasil pengamatan. Hasil pekerjaannya dipublikasikan dalam&lt;em&gt; Principia&lt;/em&gt; yang ia tulis selama 15 tahun.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Teori Newton menjadi dasar bagi berbagai teori pembentukan Tata Surya yang lahir kemudian, sampai dengan tahun 1960 termasuk didalamnya teori monistik dan teori dualistik. Teori monistik menyatakan bahwa matahari dan planet berasal dari materi yang sama. Sedangkan teori dualistik menyatakan matahari dan bumi berasal dari sumber materi yang berbeda dan terbetuk pada waktu yang berbeda.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt; Sebuah teori lahir dari keingintahuan akan suatu kejadian atau keadaan. Tidak mudah untuk mempercayai sebuah teori baru, apalagi jika teori tersebut lahir ditengah kondisi masyarakat yang memiliki kepercayaan yang berbeda. Tapi itulah kenyataan yang harus dihadapi oleh para ilmuwan di awal-awal penemuan mereka.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Hal utama yang dihadapi untuk mengerti lebih jauh lagi tentang Tata Surya adalah bagaimana Tata Surya itu terbentuk, bagaimana objek-objek didalamnya bergerak dan berinteraksi serta gaya yang bekerja mengatur semua gerakan tersebut. Jauh sebelum Masehi, berbagai penelitian, pengamatan dan perhitungan telah dilakukan untuk mengetahui semua rahasia dibalik Tata Surya.&lt;span id="more-94"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pengamatan pertama kali dilakukan oleh bangsa China dan Asia Tengah, khususnya dalam pengaruhnya pada navigasi dan pertanian. Dari para pengamat Yunani ditemukan bahwa selain objek-objek yang terlihat tetap di langit, tampak juga objek-objek yang mengembara dan dinamakan planet. Orang-orang Yunani saat itu menyadari bahwa Matahari, Bumi, dan Planet merupakan bagian dari sistem yang berbeda. Awalnya mereka memperkirakan Bumi dan Matahari berbentuk pipih tapi Phytagoras (572-492 BC) menyatakan semua benda langit berbentuk bola (bundar).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sampai dengan tahun 1960, perkembangan teori pembentukan Tata Surya bisa dibagi dalam dua kelompok besar yakni masa sebelum Newton dan masa sesudah Newton.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Permulaan Perhitungan Ilmiah&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perhitungan secara ilmiah pertama kali dilakukan oleh Aristachrus dari Samos (310-230 BC). Ia mencoba menghitung sudut Bulan-Bumi-Matahari dan mencari perbandingan jarak dari Bumi-Matahari, dan Bumi-Bulan. Aristachrus juga merupakan orang pertama yang menyimpulkan Bumi bergerak mengelilingi Matahari dalam lintasan berbentuk lingkaran yang menjadi titik awal teori Heliosentrik. Jadi bisa kita lihat kalau teori heliosentrik bukan teori yang baru muncul di masa Copernicus. Namun jauh sebelum itu, Aristrachrus sudah meletakkan dasar bagi teori heliosentris tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pada era Alexandria, Eratoshenes (276-195BC) dari Yunani berhasil menemukan cara mengukur besar Bumi, dengan mengukur panjang bayangan dari kolom Alexandria dan Syene. Ia menyimpulkan, perbedaan lintang keduanya merupakan 1/50 dari keseluruhan revolusi. Hasil perhitungannya memberi perbedaan sebesar 13% dari hasil yang ada saat ini.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Ptolemy dan Teori Geosentrik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ptolemy (c 150AD) menyatakan bahwa semua objek bergerak relatif terhadap bumi. Dan teori ini dipercaya selama hampir 1400 tahun. Tapi teori geosentrik mempunyai kelemahan, yaitu Matahari dan Bulan bergerak dalam jejak lingkaran mengitari Bumi, sementara planet bergerak tidak teratur dalam serangkaian simpul ke arah timur. Untuk mengatasi masalah ini, Ptolemy mengajukan dua komponen gerak. Yang pertama, gerak dalam orbit lingkaran yang seragam dengan periode satu tahun pada titik yang disebut deferent. Gerak yang kedua disebut epycycle, gerak seragam dalam lintasan lingkaran dan berpusat pada deferent.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Teori heliosentrik dan gereja&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Nicolaus Copernicus (1473-1543) merupakan orang pertama yang secara terang-terangan menyatakan bahwa Matahari merupakan pusat sistem Tata Surya, dan Bumi bergerak mengeliinginya dalam orbit lingkaran. Untuk masalah orbit, data yang didapat Copernicus memperlihatkan adanya indikasi penyimpangan kecepatan sudut orbit planet-planet. Namun ia mempertahankan bentuk orbit lingkaran dengan menyatakan bahwa orbitnya tidak kosentrik. Teori heliosentrik disampaikan Copernicus dalam publikasinya yang berjudul &lt;em&gt;De Revolutionibus Orbium Coelestium&lt;/em&gt; kepada Paus Pope III dan diterima oleh gereja.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tapi dikemudian hari setelah kematian Copernicus pandangan gereja berubah ketika pada akhir abad ke-16 filsuf Italy, Giordano Bruno, menyatakan semua bintang mirip dengan Matahari dan masing-masing memiliki sistem planetnya yang dihuni oleh jenis manusia yang berbeda. Pandangan inilah yang menyebabkan ia dibakar dan teori Heliosentrik dianggap berbahaya karena bertentangan dengan pandangan gereja yang menganggap manusialah yang menjadi sentral di alam semesta.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Lahirnya Hukum Kepler&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Walaupun Copernicus telah menerbitkan tulisannya tentang Teori Heliosentrik, tidak semua orang setuju dengannya. Salah satunya, Tycho Brahe (1546-1601) dari Denmark yang mendukung teori matahari dan bulan mengelilingi bumi sementara planet lainnya mengelilingi matahari. Tahun 1576, Brahe membangun sebuah observatorium di pulau Hven, di laut Baltic dan melakukan penelitian disana sampai kemudian ia pindah ke Prague pada tahun 1596.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Di Prague, Brahe menghabiskan sisa hidupnya menyelesaikan tabel gerak planet dengan bantuan asistennya Johannes Kepler (1571-1630). Setelah kematian Brahe, Kepler menelaah data yang ditinggalkan Brahe dan menemukan bahwa orbit planet tidak sirkular melainkan elliptik.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kepler kemudian mengeluarkan tiga hukum gerak orbit yang dikenal sampai saat ini yaitu ;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Planet bergerak dalam orbit ellips mengelilingi matahari sebagai pusat sistem.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Radius vektor menyapu luas yang sama dalam interval waktu yang sama.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kuadrat kala edar planet mengelilingi matahari sebanding dengan pangkat tiga jarak rata-rata dari matahari.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kepler menuliskan pekerjaannya dalam sejumlah buku, diantaranya adalah &lt;em&gt;Epitome of The Copernican Astronomy&lt;/em&gt; dan segera menjadi bagian dari daftar &lt;em&gt;Index Librorum Prohibitorum&lt;/em&gt; yang merupakan buku terlarang bagi umat Katolik. Dalam daftar ini juga terdapat publikasi Copernicus, &lt;em&gt;De Revolutionibus Orbium Coelestium.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Awal mula dipakainya teleskop &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1608, teleskop dibuat oleh Galileo Galilei (1562-1642), .Galileo merupakan seorang professor matematika di Pisa yang tertarik dengan mekanika khususnya tentang gerak planet. Ia salah satu yang tertarik dengan publikasi Kepler dan yakin tentang teori heliosentrik. Dengan teleskopnya, Galileo berhasil menemukan satelit-satelit Galilean di Jupiter dan menjadi orang pertama yang melihat keberadaan cincin di Saturnus.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Salah satu pengamatan penting yang meyakinkannya mengenai teori heliosentrik adalah masalah fasa Venus. Berdasarkan teori geosentrik, Ptolemy menyatakan venus berada dekat dengan titik diantara matahari dan bumi sehingga pengamat dari bumi hanya bisa melihat venus saat mengalami fasa sabit.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Tapi berdasarkan teori heliosentrik dan didukung pengamatan Galileo, semua fasa Venus bisa terlihat bahkan ditemukan juga sudut piringan venus lebih besar saat fasa sabit dibanding saat purnama. Publikasi Galileo yang memuat pemikirannya tentang teori geosentrik vs heliosentrik&lt;em&gt;, Dialogue of The Two Chief World System&lt;/em&gt;, menyebabkan dirinya dijadikan tahanan rumah dan dianggap sebagai penentang oleh gereja.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Dasar yang diletakkan Newton&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Di tahun kematian Galileo, Izaac Newton (1642-1727) dilahirkan. Bisa dikatakan Newton memberi dasar bagi pekerjaannya dan orang-orang sebelum dirinya terutama mengenai asal mula Tata Surya. Ia menyusun Hukum Gerak Newton dan kontribusi terbesarnya bagi Astronomi adalah Hukum Gravitasi yang membuktikan bahwa gaya antara dua benda sebanding dengan massa masing-masing objek dan berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara kedua benda. Hukum Gravitasi Newton memberi penjelasan fisis bagi Hukum Kepler yang ditemukan sebelumnya berdasarkan hasil pengamatan. Hasil pekerjaannya dipublikasikan dalam&lt;em&gt; Principia&lt;/em&gt; yang ia tulis selama 15 tahun.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Teori Newton menjadi dasar bagi berbagai teori pembentukan Tata Surya yang lahir kemudian, sampai dengan tahun 1960 termasuk didalamnya teori monistik dan teori dualistik. Teori monistik menyatakan bahwa matahari dan planet berasal dari materi yang sama. Sedangkan teori dualistik menyatakan matahari dan bumi berasal dari sumber materi yang berbeda dan terbetuk pada waktu yang berbeda.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1624310962913979207-3095526326575677899?l=xmd-astronomi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmd-astronomi.blogspot.com/feeds/3095526326575677899/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1624310962913979207&amp;postID=3095526326575677899' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1624310962913979207/posts/default/3095526326575677899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1624310962913979207/posts/default/3095526326575677899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmd-astronomi.blogspot.com/2007/08/sejarah-awal-teori-pembentukan-tata.html' title=''/><author><name>astronomi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10625339798235371893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17883303982140663109'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1624310962913979207.post-7917383015337098990</id><published>2007-08-21T20:32:00.000-07:00</published><updated>2007-08-21T21:21:50.305-07:00</updated><title type='text'>astronomi</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(0, 0, 255);font-family:times;font-size:130%;"  &gt;&lt;center&gt;&lt;b&gt;Satelit Mata-mata AS&lt;br /&gt;Intai Indonesia&lt;/b&gt;&lt;/center&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;  &lt;!-- Body Teks --&gt; &lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,ms san serif;font-size:130%;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;  &lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,ms san serif;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,ms san serif;" &gt; &lt;table align="left" width="1"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td align="center"&gt; &lt;img src="http://www.angkasa-online.com/13/11/antariksa/Antariksa01.jpg" alt="Satelit/Foto: Istimewa" hspace="0" vspace="1" /&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:ms san serif;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,ms san serif;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,ms san serif;" &gt;Selalu ingin tahu urusan negara lain. Begitulah AS dan sekutunya. Berita  &lt;i&gt;Kompas&lt;/i&gt; (4/6/03)misalnya, mencuatkan fakta  bahwa perilaku itu mendekati kebenaran. Pasalnya, baru beberapa hari TNI menyerbu Aceh satelit mata-mata AS,  &lt;i&gt;Orion,&lt;/i&gt; sudah nongkrong di atas Sumatera. Mau  &lt;i&gt;ngapain&lt;/i&gt; lagi? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,ms san serif;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,ms san serif;" &gt;Diantara 30 satelit mata-mata AS, &lt;i&gt;Orion&lt;/i&gt; tergolong paling ahli dalam urusan sadap-menyadap. Mulai dari pembicaraan telepon  biasa, &lt;i&gt;handy-talkie&lt;/i&gt;, hingga komunikasi dengan sinyal teracak  (&lt;i&gt;encrypted&lt;/i&gt;), semua bisa disadap.  &lt;i&gt;Orion&lt;/i&gt; pula yang digunakan Dinas Intelijen  AS atau CIA untuk melacak jaringan Al Qaeda hingga ke Pakistan.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;   &lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,ms san serif;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,ms san serif;" &gt;&lt;b&gt;Sedemikian gawatkah Indonesia? &lt;/b&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,ms san serif;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,ms san serif;" &gt;Apa yang kita pikirkan harus diakui tak sesederhana yang mereka pikirkan. Apalagi jika sudah berkaitan dengan gerakan  bersenjata. Dalam sejarahnya, intel adikuasa memang selalu ingin tahu lebih dulu walau harus terabas negeri orang.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,ms san serif;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,ms san serif;" &gt;Percaya atau tidak, sesungguhnya tak hanya Aceh dan baru sekarang  &lt;i&gt;Orion&lt;/i&gt; beroperasi di atas Indonesia. Kepada NBC News (12/9/99), Robert Windrem pernah melaporkan, ia sudah nyadap pembicaraan petinggi RI sejak 1975. Kala itu, dari ketinggian 22.300 mil, fokusnya adalah yang berhubungan dengan operasi ABRI di Timtim. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,ms san serif;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,ms san serif;" &gt;Entah apa pertimbangan-nya. Yang jelas, Washington menilai kasus Timtim prioritas banget. Jadi jangan kira pengerahan kapal  atau pesawat yang diatur rahasia luput dari perhatian Washington.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,ms san serif;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,ms san serif;" &gt; Laporan yang sama menyebutkan pula, AS tak turun sendirian. Penasehat Keamanan Gedung Putih atau National Security  Agency biasa menggunakan tangan Australia dan Selandia Baru lebih dulu. Itu karena setelah diikat Traktat UKUSA, kedua negara  bertanggung-jawab atas segala kejadian di sekitar Papua Nugini. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,ms san serif;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,ms san serif;" &gt;Akan tetapi Australia "lebih sopan". Mereka hanya menggunakan "kuping" elektronik yang dipasang di Teluk Shoal, dekat Darwin. Fasilitas ini didirikan tak lama sebelum Palapa A diluncurkan. Karena gelombang Palapa terbuka untuk siapa saja, Australia pun tak pernah kesulitan menyadap seluruh gelombang yang lalu-lalang. Mulai dari siaran TVRI sampai bisik-bisik pejabat sipil-militer, disamber semua. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,ms san serif;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,ms san serif;" &gt;Kalau pun menemukan komunikasi teracak, Australia tak cemas. Tinggal menghubungi  &lt;i&gt;Echelon&lt;/i&gt;, semua akan beres dalam waktu singkat.  &lt;i&gt;Echelon&lt;/i&gt; adalah fasilitas pemecah kode milik NSA yang terletak di Fort Meade, Madison, AS. Sebagai sentral pemecah  kode dalam jaringan satelit mata-mata Barat,  &lt;i&gt;Echelon&lt;/i&gt; mampu memecah kode hingga 300 digit. Setiap hari  &lt;i&gt;Echelon&lt;/i&gt; menyadap 300 miliar pembicaraan telepon, faksimili, dan  &lt;i&gt;e-mail&lt;/i&gt; di seluruh dunia.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,ms san serif;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,ms san serif;" &gt;Pengintaian &lt;i&gt;toh&lt;/i&gt; tak selesai sampai di situ. "Kalau ada yang  &lt;i&gt;urgent&lt;/i&gt;, NSA tinggal perintah Australia kirim P-3  &lt;i&gt;Orion&lt;/i&gt;," ungkap John Pike, dari Federasi Ilmuwan Amerika. P-3 bukan satelit, tapi pesawat intai. Pesawat inilah yang beberapa kali dikejar pesawat tempur Indonesia karena kerap masuk tanpa izin. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,ms san serif;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,ms san serif;" &gt;Dalam keadaan tak bisa dikendalikan lagi, barulah sang  &lt;i&gt;jagoan&lt;/i&gt; turun. Pentagon bisa mengerahkan kapal, pesawat, atau satelit.  Selain &lt;i&gt;Orion&lt;/i&gt;, AS masih punya &lt;i&gt;KH-12&lt;/i&gt;,  &lt;i&gt;Corona&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Mercury&lt;/i&gt;, dan &lt;i&gt;Jumpseat&lt;/i&gt; dengan kualitas dan spesialisasi yang tak sama.    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,ms san serif;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,ms san serif;" &gt;Kepada &lt;i&gt;The&lt;/i&gt; &lt;i&gt;Times&lt;/i&gt; (8/2/03), Menlu Colin Powell pernah mengungkap satu prestasi pengintai langitnya itu kala menyadap pembicaraan di sebuah markas militer Irak. Suatu ketika seorang kolonel Irak mengingatkan seorang kapten agar berhati-hati mengungkap kata "gas syaraf". &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,ms san serif;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,ms san serif;" &gt;Kehebatan intelijen AS memang sebuah fenomena. Sejak 1999, Gedung Putih memberi anggaran 30 miliar dollar AS untuk  operasi semu ini. Jumlah ini meningkat 10 miliar dollar setelah peristiwa 11 September.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,ms san serif;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,ms san serif;" &gt;Colin Powell seolah ingin menegaskan pada dunia bahwa hati-hati berurusan dengan Amerika. Tak ada satu pun tempat yang  lolos dari kejaran AS.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,ms san serif;font-size:130%;"  &gt;&lt;span style=";font-family:Arial,Helvetica,ms san serif;" &gt;Bagi negeri sehebat AS, sombong memang sah-sah saja. Tetapi dagelan kadang muncul dari keangkuhan. Simak saja polemik  di London dan Washington belakangan ini. Tony Blair dan George W. Bush, Jr, terpaksa harus tutup muka gara-gara dinas intelijen  mereka salah kutip data yang dijadikan landasan penting untuk menyerang Irak.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1624310962913979207-7917383015337098990?l=xmd-astronomi.blogspot.com'/&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://xmd-astronomi.blogspot.com/feeds/7917383015337098990/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://www.blogger.com/comment.g?blogID=1624310962913979207&amp;postID=7917383015337098990' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1624310962913979207/posts/default/7917383015337098990'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1624310962913979207/posts/default/7917383015337098990'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://xmd-astronomi.blogspot.com/2007/08/astronomi.html' title='astronomi'/><author><name>astronomi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10625339798235371893</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' name='OpenSocialUserId' value='17883303982140663109'/></author><thr:total xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'>0</thr:total></entry></feed>